velikaplaza.info – Aktivitas masyarakat pada Selasa (16/12) pagi ini sedikit terhambat. Laporan mengenai gangguan internet dari salah satu penyedia layanan telekomunikasi besar bermunculan sejak pukul 08.00 WIB.
Keluhan membanjiri lini masa media sosial X (dahulu Twitter). Tagar nama provider terkait langsung menduduki puncak trending topic Indonesia hanya dalam waktu satu jam.
Pengguna melaporkan bahwa sinyal di ponsel mereka hilang timbul. Bahkan, layanan internet rumah (Wi-Fi) juga mengalami mati total di beberapa kawasan Jakarta dan Tangerang.
Link Website : slot 200
Pekerja WFH Paling Terdampak
Dampak paling parah dirasakan oleh para pekerja yang menerapkan sistem kerja dari rumah (Work From Home). Banyak dari mereka yang terputus koneksinya saat sedang melakukan rapat daring via Zoom atau Google Meet.
Kekesalan pun tidak terbendung. Pekerjaan yang seharusnya selesai pagi hari menjadi tertunda karena koneksi yang tidak stabil.
Akibatnya, sebagian pekerja terpaksa lari ke kafe atau coworking space yang menggunakan penyedia layanan internet berbeda. Mereka rela mengeluarkan biaya tambahan demi menyelesaikan tugas kantor tepat waktu.
Penjelasan Resmi Pihak Provider
Menanggapi keluhan massal tersebut, pihak manajemen provider akhirnya buka suara. Melalui akun media sosial resminya, mereka membenarkan adanya kendala teknis pada sistem jaringan.
Mereka menjelaskan bahwa gangguan internet ini disebabkan oleh pemeliharaan sistem yang tidak berjalan sesuai rencana. Selain itu, cuaca buruk di beberapa titik pemancar juga memperlambat proses transmisi data.
Saat ini, tim teknisi sudah diterjunkan ke lapangan. Pihak provider berjanji akan menormalkan jaringan secepat mungkin agar aktivitas pelanggan bisa kembali lancar.
Tuntutan Kompensasi Pelanggan
Permintaan maaf dari penyedia layanan dinilai tidak cukup oleh warganet. Banyak pelanggan yang menuntut adanya kompensasi nyata atas kerugian waktu dan materi yang mereka alami.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) turut menyoroti hal ini. Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, baik berupa potongan tagihan atau kuota data tambahan, jika layanan tidak sesuai standar.
Transparansi mengenai penyebab kerusakan juga sangat di tunggu. Pelanggan berharap kejadian serupa tidak terus berulang setiap bulannya.
Koneksi internet kini sudah menjadi kebutuhan pokok setara dengan listrik. Gangguan internet sekecil apa pun akan berdampak besar pada roda ekonomi digital.
Masyarakat di imbau untuk bersabar menunggu perbaikan. Sambil menunggu, menggunakan kartu SIM cadangan dari operator lain bisa menjadi solusi sementara.